5 Masalah yang Biasa Ditemui dalam Bisnis Camilan dan Cara Mengatasinya
Berikut ini adalah masalah-masalah produksi yang sering ditemui dalam bisnis makanan. Lalu bagaimana saja cara mengatasinya.
masalah bisnis
16044
post-template-default,single,single-post,postid-16044,single-format-standard,bridge-core-3.1.0,qode-page-transition-enabled,ajax_fade,page_not_loaded,,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-29.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-7.2,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-18499
 
produksi makanan

 5 Masalah Produksi yang Biasa Ditemui dalam Bisnis Camilan dan Cara Mengatasinya

Bila kita membicarakan ide bisnis yang tak pernah surut, bisnis makanan pastinya akan ada di daftar teratas. Makanan adalah kebutuhan pokok manusia dan sesuatu yang bisa habis dalam kurun waktu tertentu. Tidak perlu khawatir bila Anda memiliki bisnis makanan seperti camilan dan pelanggan menyukai produk Anda. Pelanggan akan membeli kembali produk tersebut setelah habis.

Lain halnya apabila barang yang Anda jual berupa produk fashion yang tahan lama. Mau tidak mau, Anda harus lebih memutar otak untuk menghasilkan produk-produk fashion yang lebih menarik.

Namun, tak bisa dimungkiri bahwa ada banyak masalah produksi yang akan kita hadapi dalam berbisnis kuliner. Masalah-masalah itu, bila tak diatasi dengan cepat akan membuat kepercayaan pelanggan menurun bahkan membahayakan mereka. Nah, sebelum bisnis Anda terancam, kenali terlebih dahulu apa saja masalah produksi yang biasa ditemui dalam bisnis makanan dan cara untuk mengatasinya:

1. Makanan yang kedaluwarsa

makanan kadaluarsaSaat memutuskan untuk berbisnis makanan, Anda harus memahami kapan batas kedaluwarsa makanan tersebut. Kemudian, informasikan kepada pembeli terkait hal tersebut baik melalui cap pada kemasan atau menggunakan stiker. Makanan yang kedaluwarsa tidak hanya memiliki cita rasa yang buruk, tetapi juga akan membahayakan kesehatan pembeli.

2. Kemasan produk yang cacat

kemasan rusakPengemasan produk makanan sangat penting untuk diperhatikan. Sedikit cacat pada kemasan dapat mengakibatkan makanan menjadi apak dan berjamur. Apalagi, bila makanan tersebut memiliki tekstur yang tidak padat. Maka dari itu, hindari masalah produksi ini dengan menerapkan proses kontrol kualitas yang ketat dan teliti.

 

 

 

Bila kemasan yang Anda pesan mengalami cacat yang menyebabkan makanan di dalamnya berpotensi berubah rasa, warna, bahkan kandungan, sebaiknya buang saja kemasan tersebut. Ingat, kerugian akibat kemasan yang tak terpakai tidak seberapa dibandingkan kerugian yang harus dialami apabila pelanggan menuntut Anda karena makanan yang Anda jual membahayakan kesehatan.

3. Rasa yang kurang familier

rasa tidak familiarMasalah rasa memang cenderung subjektif, tetapi setidaknya ada beberapa rasa yang memang disukai oleh masyarakat di negara atau kota tertentu. Nah, saat Anda memutuskan untuk berjualan makanan, buatlah riset terlebih dahulu mengenai rasa apa saja yang disukai masyarakat di daerah, kota, bahkan negara tempat Anda menjalankan bisnis makanan.

Jangan sampai Anda menyajikan rasa yang tidak disukai, karena walaupun Anda menganggap rasa itu enak, tetapi percuma apabila calon-calon pelanggan tidak menyukainya.

4. Bentuk yang tidak menarik

bentuk anehBerjualan camilan atau makanan lain bukan sekadar tentang masalah gizi, rasa, dan juga kebersihan, tetapi juga tentang bentuk yang menggugah selera. Ada banyak makanan lezat yang kurang laku karena bentuknya tidak menarik dan kemasannya tidak memanjakan mata.

Bila Anda masih awam terhadap hal ini, jangan segan untuk berkonsultasi terhadap teman Anda yang memiliki pengetahuan di bidang kuliner dan juga desain produk.

5. Tekstur yang buruk

tekstur anehPencampuran adonan yang tidak tepat atau proses pemanggangan yang salah seringkali membuat tekstur makanan menjadi buruk. Masalah produksi ini jelas tidak dapat diabaikan karena tidak ada pelanggan yang nyaman mengonsumsi makanan dengan tekstur yang buruk dan tidak memberikan rasa nyaman saat dikunyah.

Nah, hindari masalah yang satu ini dengan melakukan proses percobaan serta mencatat rincian bahan dan cara memasak yang benar. Setelah itu, jadikan proses yang tepat itu sebagai standar yang harus diterapkan dalam proses produksi makanan yang Anda jual.

Intinya, Anda harus lebih berhati-hati dan teliti dalam menghadapi masalah produksi pada makanan. Makanan adalah sesuatu yang bisa berdampak langsung pada kesehatan manusia, sehingga jangan sampai Anda mengalami masalah hukum yang serius hanya karena tidak teliti dalam memerhatikan proses produksi makanan. Nah, selamat menjalankan bisnis yang menggoyang lidah.

 

 

No Comments

Post A Comment