Bahan Produksi Diterapkan Untuk Industri Serta Manajemen Pengeluaran
Dalam menjalankan usaha, harus mengetahui jenis bahan produksi yang cocok diterapkan untuk suatu industri serta manajemen pengeluaran
bahan produksi
16099
post-template-default,single,single-post,postid-16099,single-format-standard,bridge-core-3.1.0,qode-page-transition-enabled,ajax_fade,page_not_loaded,,hide_top_bar_on_mobile_header,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-29.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-7.2,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-18499
 
sumber daya

Sebelum Menentukan Bisnis, Ketahui Perihal Bahan Produksi sebagai Inspirasi

Ada banyak jenis usaha yang bisa digeluti. Selain mengikuti tren, setiap orang memiliki keputusan tersendiri untuk mewarnai dunia industri. Namun, perlu diperhatikan pula perihal bahan produksi, misalkan ketersediaan di lingkungan sekitar, agar proses pembuatan tidak terhambat serta mendapatkan laba semaksimal mungkin. Sebagai inspirasi, yuk simak ulasan berikut.

Jenis-Jenis Bahan Produksi

Menurut Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri, jenis-jenis bahan produksi dibedakan menjadi dua item, yaitu:

1.Bahan Baku Langsung

bahan baku langsungBahan baku langsung adalah material yang bisa digunakan tanpa melalui suatu proses terlebih dahulu ketika dibuat suatu produk. Biaya untuk mendapatkan jenis ini memiliki hubungan erat dengan jumlah barang jadi.

2.Bahan Baku Tidak Langsung

bahan baku tidak langsungBahan baku satu ini merupakan material pendukung yang berperan dalam proses pembuatan. Namun, ketika barang jadi, tidak tampak secara langsung. Misalkan, untuk pembuatan meja atau kursi, paku dan plamir berfungsi untuk perekat kayu serta dasaran cat. Jadi, bisa dikatakan kalau penggunaan item tersebut mampu menambah nilai jual.

Jenis-Jenis Industri Berdasarkan Bahan Produksi

            Setelah mengetahui jenis-jenis bahan produksi, sekarang berfokus pada industri yang dikelompokkan berdasarkan penggunaan material agar semakin mudah menentukan usaha paling sesuai.

1.Industri Ekstraktif

industri pertanianJenis usaha satu ini mengandalkan bahan baku yang sudah disediakan oleh alam. Misalkan, industry pertanian dan pertambangan.

2.Industri Non-Ekstraktif

pemintalan

Industri yang satu ini memanfaatkan bahan baku langsung untuk diproses lebih lanjut. Misalkan, usaha kayu lapis, pemintalan, dan kain.

3.Industri Fasilitatif

perbankanUsaha yang satu ini berupa pelayanan pada konsumen di bidang tertentu. Misalkan, perbankan, perdagangan, angkutan, ekspedisi, dan asuransi.

Bahan produksi dibedakan menjadi dua yaitu langsung dan tidak langsung. Sementara itu, dapat diterapkan di tiga jenis industri, antara lain ekstraktif, non-ekstraktif, dan fasilitatif. Setelah mengetahui informasi ini sebagai inspirasi usaha pilihan, penting juga untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan dengan harga jual.

 

   

No Comments

Post A Comment